Rabu, 18 Januari 2012

10 Prinsip Orang Jepang

Inilah sepuluh prinsip  orang Jepang

 1.Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerjapegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun,.Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, Seorang pekerjaJepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang.Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang,


. 2.Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri denganmenusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah danpertempuran


3.Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerismeberlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan Supermarket di Jepang rata-ratatutup pada pukul 20:00. 

Hachiko (Seekor anjing setia yang sangat terkenal di Jepang)
4.Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun.

5.Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuanorang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.

 6.Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantangmenyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luarnegeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang,bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam jugatidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, bijibesi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia .Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akangelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima danNagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumibesar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudahberhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkincukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampirtersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai darinol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Moritajuga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yangmungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang jugacukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulaidiformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akankupas lebih jauh tentang ini 


7.Budaya Baca
penerjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnyaditerbitkan.

8.Kerjasama Kelompok 
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik.Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga sepertiitu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalamkelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orangprofessor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professorAmerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” .Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok.Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9.Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempatmerasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti,bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minumanyang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapansendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangkukuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatansaya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dankehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yangitu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10.Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
 
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi danbudayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidupsampai saat ini.Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda diJepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yangminta maaf duluan.Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapattawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena“hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset pentingdi Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidakmenyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanahyang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasukbeberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. PertanianJepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar