Selasa, 23 Oktober 2012

halogen


Kimia unsur adalah unsur unsur yang mempunyai sifat kimia
Yang berada di lingkungan sekitar kita.
Kimia unsur dalam pelajaran kimia mempelajari tentang unsur – unsur
kimia yang mempunyai sifat – sifat khusus
HALOGEN
                                Merupakan unsurgolongan VII A. Halogen artinya pembentuk garam. Dinamai demikian karena unsur-unsur tersebut dapat bereak
si dengan logam membentuk garam. Unsur-unsur halogen bersifat sangat reaktif. Halogen cenderung menyerap satu elekton untuk membentuk ion bermuatan negatif satu
Sifat fisis
Sifat
unsur
Elektron Valensi
Jari-jari Atom(Å)
Keeletro-negatifan
Energi Ionisasi (kJ mol-1)
Afinitas Elektron (kJ mol-1)
Fluorin
2s2 2p5
0,64
3,98
1.681,0
-328,0
Klorin
3s2 3p5
0,99
3,16
1.251,1
-349,0
Bromin
4s2 4p5
1,14
2,96
1.139,9
-324,7
Iodin
5s2 5p5
1,33
2,66
1.008,4
-295,2
Astatin
6s2 6p5
1,40
2,20
930
-270

Titik Didih Dan Titik Leleh Unsur-unsur Halogen

Unsur
Titik didih (‘C)
Titik leleh (‘C)
Fluorin
-188,14
-219.62
Klorin
-34,6
-100,98
Bromin
58,78
-7,25
Iodin
184,35
113,5
Astatin
337
302

¨   Struktur Halogen
Dalam bentuk unsur, halogen ( X ) terdapat sebagai molekul diatomik ( X2  ). Molekul X2
Dapat mengalami disosiasi menjadia tom-atomnya.
X2 (g)                   2X (g)  

Kestabilan molekul halogen berkurang dari Cl2  ke I2   sesuai dengan pertambahan jari-jari atomnya.


WUJUD HALOGEN

Pada suhu kamar
Florin, Klorin  : Gas
Bromin                             : Zat cair yang mudah menguap
Iodin                                                 : Zat padat yang mudah menyublim

Pada pemanasan, iod padat tidak mencair melainkan langsung menguap ( menyublim ). Gaya antar molekul halogen adalah gaya dispersi. Hal ini menjelaskan mengapa titik leleh dan titik didih meningkat dari florin ke iodin
 Warna dan Aroma Halogen
Semua halogen berbau rangsang dan
menusuk karena bersifat racun
¨   Sifat-sifat Kimia Halogen
¨   Kereaktifan Halogen
Jari-jari atom dari atas ke bawah semakin besar sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah. Afinitas menjadi menurun dan keelektronegatifan berkurang. Hal ini mengakibatkan kereaktifan berkurang.
Daya Oksidasi Halogen
Dari atas ke bawah daya pengoksidasi halogen berkurang, sedangkan daya reduksi ion halida bertambah
Cl2  + 2NaBr                       2NaCl + Br2
Br2 + 2NaCl     

Reaksi reaksi Halogen
a.                   Halogen dapat bereaksi dengan sebagian besar logam menghasilkan halida
Sn  + Cl2                     2SnCl
b.  Halogen dapat bereaksi dengan air
X2   + H2 O                HX + HXO
c. Halogen dapat bereaksi dengan hidrogen menghasilkan halida
H2  + Cl2             2HCl
2Na + Cl2                  2NaCl


d.       Halogen dapat bereaksi dengan hidrokarbon  ( alkana, alkena, alkuna)
Reaksi dengan alkana adalah reaksi substitusi, sedangkan dengan alkena dan alkuna adalah reaksi adisi.

e.       Halogen dapat bereaksi dengan basa
Cl2  + 2NaOH             NaCl + NaClO + H2O

f.        Halogen dapat bereaksi dengan halogen lainya
3F2  + Cl2                   2ClF3


Sifat Fisika Dan Kimia Hidrogen Halid

HCl
HBr
HI
1. Bentuk pada suhu biasa
Gas tidak berwarna
2. Dalam pelarut non polar (Benzana/Toluensa)
Larut, tak menghantarkan arus listrik
3. Dalam air
Larut, menghantarkan arus listrik
4. Dengan H2SO4, pekat (oksidator)
Tidak teroksidasi
Teroksidasi menjadi Br2
Teroksidasi menjadi I2
5. Kestabilan terhadap pemanasan
Tidak terurai
Sedikit terurai
Terurai menjadi He dan I2













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar